Responsive Banner design

Sungai Eufrat mengering, Rasulullah benar soal tanda kiamat

tanda kiamat sungai eufrat mengeringSungai Eufrat, sungai terpanjang di Asia bagian Barat yang bermata air di Anatolia Turki dan bermuara di Teluk Persia ini mengalami proses mengering. Sungai sepanjang 2,781 meter itu menjadi perhatian khusus NASA.
Para ilmuwan NASA menemukan, sejak tahun 2003 hingga 2010, debit air sepanjang sungai Tigris dan Eufrat mulai Turki, Suriah, Irak hingga Iran telah kehilangan 144 juta kilometer kubik. Debit itu terus berkurang dalam jumlah besar pada periode 2010 hingga 2015.
Sementara penduduk sejumlah negara yang dilintasi Sungai Eufrat telah mulai berbicara tentang harta karun yang ada dalam sungai bersejarah itu.
Data ilmiah yang disajikan NASA dan fenomena masyarakat lokal mengingatkan kita pada hadits Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam tentang tanda hari kiamat. Sungguh, tanda itu telah tampak yang artinya Rasulullah benar soal tanda hari kiamat. Dan memang tidak ada satu pun hadits shahih yang disabdakan Rasulullah kecuali pasti benar adanya.
sungai eufrat mengering�Hari kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing-masing dari mereka berkata, �Barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu�� (HR. Muslim)
The Inventory of Confilct and Environmental melaporkan, proyek pengembangan Anatolia wilayah selatan (GAP) merupakan salah satu proyek paling ambisius di dunia. Proyek itu memanfaatkan air sungai Eufrat dan Tigris untuk mengairi 1,7 juta hektar tanah dengan membangun 22 buah dam dan 19 PLTA. Proyek GAP merupakan salah satu faktor mengeringnya sungai Eufrat karena menyedot banyak debit air dari sana.

MUI Minta Toko & Restoran Tak Wajibkan Pegawai Muslim Pakai Topi Santa, Ini Kata Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersaa keluarga (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersaa keluarga (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta toko dan restoran tak mewajibkan pegawai muslim memakai topi santa sebagai bentuk toleransi. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menilai tokoh Santa Claus kini sudah lebih kepada tradisi.
�Kita juga orang kristen enggak ada pakai topi Santa kok. Di mana ada kitab suci nuliskan Santa Claus pakai topi? Coba saya tanya dimana ada pohon natal? Ada enggak kitab suci yang catat ada pohon natal? Itu kan cuma ciptaan orang ngapain diributin?� ujar Ahok saat diminta tanggapan terkait imbauan MUI tersebut di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2015).
�Jadi Santa itu kan sekarang tradisi yang seolah-olah kristen padahal itu bukan nilai kristen. Menurut saya, menurut saya itu terserah orang tafsiran ya,� lanjutnya.
Ahok menilai saat ini banyak pergeseran-pergeseran nilai seiring dengan perkembangan zaman. Salah satunya, orang senang menyingkat �Christmas� menjadi �Xmas�.
�Orang sekarang Christmast jadi Xmast kok kalau kamu sekarang mau bilang X-fire atau Mr. X tahu enggak. Mereka menggunakan Xmast. Jadi kalau orang mau pakai topi Santa itu bukan kekristenan kok. Di kitab suci itu enggak ada. Betul enggak?� kata dia.
Ahok menerangkan, saat ini Natal sudah menjadi seperti libur akhir tahun yang cukup panjang. Sehingga Hari Natal bukan hanya sekadar milik umat Kristiani semata.
�Natal itu bukan hanya pengertian kristen lagi. Natal dianggap sebuah liburan akhir tahun,� pungkas Ahok.
MUI memang tak membuat imbauan khusus, terkait dengan fenomena pegawai mal di toko atau restoran memakai atribut agama tertentu. Yang terbaik adalah tidak ada paksaan.
�Saya berharap tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja,� jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis, Senin

Suami Pelit dalam Menafkahi Istri, Bagaimana Hukumnya?

Suami Pelit dalam Menafkahi Istri, Bagaimana Hukumnya?
Sahabat Ummi, dalam berbagai kesempatan saya berbincang dengan ibu-ibu, terkuaklah kisah yang tersembunyi dan jarang diungkapkan mereka, karena khawatir dianggap mereka tidak ridho dengan pemberian suami. Secara tersirat, bahkan ada beberapa yang menyatakan jika mereka tidak diberi �keadilan� suaminya berhubungan dengan pemberian nafkah yang layak.
Nafkah suami adalah hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan. Entah nafkah lahir yang berhubungan dengan pemberian sejumlah uang atau barang untuk keperluan sehari-hari istri berikut keluarganya, maupun nafkah yang berhubungan dengan rasa aman, nyaman atau hubungan selayaknya suami istri.
Dari beberapa diskusi, terkuaklah jika para istri ini mengeluhkan beberapa hal, salah satunya pemberian nafkah yang kurang layak bagi mereka, padahal suami sangat berkecukupan, ada pula karena sang istri juga bekerja, maka suami memberikan nafkahnya secara ala kadarnya, karena merasa �istri harus bagi hasil� untuk cukupi kebutuhan rumah tangganya yang akhirnya pembagian mencukupi kebutuhan rumah tangga jadi �tak adil�, istri ternyata menempati porsi terbanyak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Sampai ada pula istri yang mengeluh sama sekali tak diberikan nafkah lahir karena berhubungan tidak harmonisnya rumah tangga mereka.
Sebenarnya Islam memandang nafkah untuk istri ini seperti apa? Jika para suami menelaah satu saja ayat Al Qur�an tentu ia akan memahami fungsinya sebagai kepala rumah tangga. �Wajib bagi setiap suami untuk memberikan nafkah dan pakaian kepada istri, dengan sepantasnya.� (Q.S. Al-Baqarah:233)
Wajib disini mengandung pengertian sederhana namun tegas, jika tak ada yang lebih pantas menafkahi istri dan anak-anaknya, memberikan pakaian, perumahan, mencukupinya makan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, melainkan semuanya dalam tanggungan suaminya. Jika suami dalam keadaaan kurang mampu menanggungnya, maka jika istri bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarganya, maka itu terhitung sebagai sedekah untuk keluarga, bukan sebagai �pemberi pokok�, kecuali jika suami sakit keras atau tidak ketahuan di mana keberadaannya, atau dalam keadaan darurat lainnya, seperti karena suatu hal harus mendekam di penjara.


Dan jika tak ada hal penyulit atau darurat seperti itu, suami adalah orang yang mampu bekerja dengan baik dan menghasilkan uang yang sangat cukup, maka ia wajib memberikan nafkah secara layak kepada istri dan keluarga. Sedang suami yang tidak memberikan nafkah kepada istri dengan tidak layak padahal ia bisa memberikannya, maka suami telah melakukan perbuatan zalim kepada istrinya. Dan tentulah zalim itu adalah perbuatan dosa.
Lalu, bagaimana sebaiknya istri menyikapi hal ini, dan bagaimana sebenarnya Islam memandang permasalahan mengenai nafkah ini?
1. Suami wajib memberikan nafkah kepada istri, baik lahir maupun batin. Melalaikan hal ini berarti perbuatan zalim, mengingkari ayat-ayat Allah.
2. Jika suami bakhil, pelit terhadap istrinya dan tidak memberikan nafkah tersebut secara layak, padahal ia mampu memberikannya, dan suami hanya menumpuk harta dan kekayaannya untuk kepentingannya sendiri dan melalaikan kepentingan pokok istri dan keluarganya, maka hal tersebut sangat menjadi perhatian Rasulullah:
Dari �Aisyah bahwa Hindun binti �Utbah berkata: �Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu�. Maka beliau bersabda: �Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut.�[HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714]
Hadits tersebut mengisyaratkan, sebenarnya ada bagian dari istri untuk harta suami untuk nafkahnya juga kehidupan keluarga dan jumlahnya pun sewajarnya. Istri bahkan boleh mengambil harta suami tanpa izin, sesuai dengan kebutuhannya.
3. Syaikh Shalih bin Ghanim as Sadlaan bahkan mengomentari secara khusus mengenai kasus suami pelit pada istrinya, beliau berkata �Memang ada kewajiban nafkah untuk istri. Dan nafkah itu diukur apa yang bisa mencukupi istri dan anak-anaknya dengan memberikannya secara ma�ruf yang berarti nafkah itu diberikan secara patut, pada umumnya dan baik�. Selanjutnya ia menambahkan jika suami tidak memberikan secara patut maka istri boleh mengambil harta suami tanpa sepengetahuan atau izinnya namun juga secara ma�ruf.
4. Mengambil harta suami tanpa sepengetahuan jika suami pelit ini memang ada rambu-rambunya, jadi harus dengan ma�ruf yakni tak berlebih-lebihan sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
5. Jika Suami tidak bisa memberikan harta karena dalam kesusahan atau kemiskinan, maka istri dianjurkan untuk ridha sekaligus bersabar dengan itu, dan sebaiknya istri membantu untuk mencari nafkah keluarga.
6. Istri yang bekerja dan mempunyai penghasilan, jika ia memberikan penghasilannya untuk membantu keperluan keluarga, maka itu hanya sebagai sedekah saja, dan itu tetap menjadi penghasilan dan harta istri, tak ada kewajiban (sebenarnya) dalam membantu keluarga dengan uang atau harta tersebut, hingga suami sebenarnya sama sekali tidak boleh menguasai harta atau mengambil harta istrinya tanpa izin istrinya.
Hal ini diperkuat dengan dalilnya: hadis dari Abu Said Al-Khudri, bahwa suatu ketika, Zainab (istri Ibnu Mas�ud) hendak membayar zakat perhiasan yang dia miliki. Kemudian beliau bertanya kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam, Bolehkah istri memberikan zakatnya kepada suaminya dan anak yatim dalam asuhannya?
Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,�Ya, silakan. Dia mendapat dua pahala: pahala menjaga hubungan kekerabatan dan pahala bersedekah.� (HR. Bukhari 1466)
Dalam hal ini tersirat jika kondisi diatas menandakan jika istri Ibnu Mas�ud sangat kaya raya, dan suaminya adalah orang miskin. Ini menunjukkan jika Ibnu Mas�ud sama sekali tidak menguasai harta istrinya, meski dia adalah seorang yang miskin. Dan Istrinya juga memiliki dedikasi baik, terbukti untuk memberikan sebagian hartanya sebagai zakat maal untuk suaminya itu. Jadi sangat jelas kewajiban nafkah itu sebenarnya ada di pundak suami.
Sahabat Ummi dari uraian di atas tersebut jelaslah jika kebutuhan nafkah itu memang kewajiban suami, melalaikan kewajiban itu adalah sesuatu yang zalim. Jika istri bekerja, itu memang melakukan tugas untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga atau untuk menerapkan ilmunya dan membantu sesamanya.
Penghasilan istri adalah mutlak milik istrinya. Jika ia membagi penghasilan itu untuk keluarga, itu sebagai sedekah baik untuknya, suami dilarang mengotak-atik harta istri tanpa ridhanya, bahkan sebaliknya istri tak perlu membutuhkan ridha suami saat suami melalaikan nafkah keluarga dan istri saat ia berpunya, atau mampu menafkahi dengan layak, dengan catatan harus dengan ma�ruf, mengambil sesuai dengan kebutuhan.
Segeralah bertobatlah suami-istri apabila keduanya sudah berbuat tidak ma�ruf dalam kehidupan rumah tangga dalam masalah nafkah, karena itu kezaliman yang amat dekat dengan neraka.

Beberapa Alasan Melukai Hati Istri Ini Akan Buat Rezeki Seret


istri mennagis
Suami yang merupakan imam memiliki kedudukan penting keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi. Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istri.
Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.
Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menutup rezeki.  Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana bisa melukai hati istri bisa buat rezeki seret?
1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular
Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.
Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.
2. Istri Menjadi tidak Bersyukur
Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera dihijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah anda berikan kepadanya.
Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.
3. Suami tidak Dilayani dengan Baik
Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.
Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.
4. Suami Tidak Didukung
Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.
5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak
Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
Nah, itulah alasannya kenapa istri yang tidak bahagia bisa bikin rezeki seret. Mungkin saja diantara anda ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf. Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang akan menemani anda hingga tua?  Karena anak-anak anda akan lebih memilih hidup bersama dengan suami atau istrinya ketika mereka sudah berkeluarga, dan hanya ada istri yang setia menemani hingga masa tua. 

Cara Menghilangkan kutil tanpa Operasi


Infeksi oleh virus ini bertahap mulai dari tingkat satu hingga tingkat yang paling kronis. Virus ini dapat juga menebar kebagian kulit yang lain bila dibiarkan terlampau lama, dapat juga menular pada orang lain.

Beberapa ahli merekomendasikan bahwa cara menyingkirkan kutil yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter kulit serta melakukan operasi untuk menghilangkannya.

Walau demikian, obat kulit sesungguhnya bukan sekedar dengan cara operasi saja namun dapat juga memakai bahan alami. Seperti yang telah banyak di kenal beberapa orangtua kita, bahan alami untuk mengobati kutil itu diantaranya :

Kulit Pisang
Kulit pisang umumnya dibuang demikian saja. Beberapa orang yang berasumsi kulit pisang tidak memiliki manfaat sekalipun. Padahal kulit pisang memiliki kandungan vitamin yang sangatlah bagus untuk badan.

Sesungguhnya kulit pisang dapat di proses jadi makanan yang enak serta lezat. Namun pada kesempatan ini kita tidak ulas tentang makanan.

Tetapi cara menyingkirkan kutil dengan cara alami dengan memakai kulit pisang. Caranya sangat gampang, anda cukup memoleskan kulit pisang sisi pada dalam kutil sehari-harinya. Kerjakan dengan cara teratur, sesudah sekian hari kutil anda akan menghilang tanpa ada sisa.

Kapur Sirih
Cara menyingkirkan kutil yang pertama yaitu dengan memakai kapur sirih. Kapur sirih berbentuk panas hingga bisa mengangkat sel mati pada penyakit kutil.

Anda dapat memakai kapur sirih yang digabung dengan detergen bubuk. Diluar itu kandungan yang ada pada kapur sirih, bakal menyingkirkan akar kutil agar tak tumbuh lagi.

Cara membuatnya juga sangatlah gampang. Anda tinggal mencampurkan detergen serta kapur sirih dengan ukuran yang sama. Aduk hingga rata dengan ditambahkan sedikit air.

Berikan kombinasi ke-2 bahan itu di bagian kulit yang ada kutil. Biarlah sebentar agar kering, lalu bersihkan hingga bersih.

Bawang Merah
Cara menyingkirkan kutil dengan cara alami yang setelah itu yaitu dengan memakai bawang merah. Bawang merah sangatlah efisien menyingkirkan kutil hingga ke akarnya hingga tidak bikin kutil jadi tumbuh lagi.

Anda dapat memakai irisan bawang merah yang di rendam dengan memakai larutan waktu sebagian menit. Tempatkan irisan bawang merah ke sisi kutil hingga rata.

Lalu tutup dengan memakai kapas serta plester. Biarlah sebagian jam. Ubah irisan bawang merah itu minimum 2 kali dalam satu hari. Sekian hari kutil anda bakal menghilang.

Heboh, beredar pelembut pakaian dari babi



Pelembut pakaian Downy diisukan mengandung minyak babi bermula dari seorang netizen mengingatkan bahwa produk Downy yang beredar di Amerika Serikat, memakai bahan babi. Belakangan, di Malaysia memang tengah ramai rumor yang menyebut bahwa produk Downy mengandung babi. Sejumlah media Islam, seperti sunniforum, atau halaltimes, bahkan sudah lama memuat artikel dengan isu ini.
Meski demikian, melalui pernyataan mereka, tersirat bahwa produsen Downy di Malaysia tak membantah bahwa produk Downy yang dijual di Amerika Serikat, memang mengandung babi.
�Formula produk kami yang dijual di Malaysia dan sekitarnya tidak sama dengan formula yang digunakan di Amerika Serikat dan juga dihasilkan di kilang berbeda. Maklumat yang dikongsi di laman facebook lain adalah khusus kepada produk yang dijual di Amerika Serikat,� tulis pernyataan pihak Downy Malaysia, di laman Facebook mereka.
Produsen pembuat pelembut pakaian Downy di Malaysia membantah sejumlah rumor yang berkembang bahwa produk yang mereka jual di Malaysia dan sekitarnya, memakai bahan babi.
�Produk Downy di Malaysia TIDAK berasaskan bahan babi. Formula produk kami yang dijual di Malaysia TIDAK sama dengan formula yang digunakan di Amerika Syarikat dan juga dihasilkan di kilang yang berbeza. Maklumat yang dikongsi di laman FB yang lain adalah khusus kepada produk yang dijual di Amerika Serikat,�
�Kami mereka produk kami dengan mengambil kira keperluan pelanggan kami di setiap pasaran produk kami dijual. Kami mempunyai beberapa variasi produk untuk memenuhi keperluan yang berbeda di setiap pasaran. Tidak kira dimana produk kami dihasilkan, kami menjamin kualiti yang tinggi bagi semua produk Downy. Terima kasih,� tulis mereka.
Sementera itu, mengutip dari media Malaysia, kedahnews dan sinarharian, pihak Kemajuan Islam Malaysia (semacam majelis ulama) pun sampai memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Meski demikian, mereka bersikap netral, dengan alasan Downy memang belum pernah mengajukan permintaan sertifikasi halal.
�Produk pelembut pakaian di bawah persyarikatan P&G ini tidak pernah mengajukan Pensijilan Halal Malaysia. Dengan demikian persoalan terkait halalan thoyiban ini tidak dapat dipastikan,�ungkapnya.

Keutamaan Surat Al-Kahfi

Al-Kahfi
SURAT Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya. Terlebih khusus pada hari dan malam Jumat. Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya. Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu �alaihi wasallam.
Demikianlah keadaan umat Islam. Tatkala mereka semakin bersemangat dalam mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta yang tidak jelas asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan sunnah Rasul (amalan-amalan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam di dalam-hadits-hadits yang shohih.
Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu �alaihi wasallam.
Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi.
(*) HADITS PERTAMA:
???? ????? ??????? ???????????? ????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ????? :� ???? ?????? ??????? ????????? ??? ?????? ??????????? ??????? ???? ???? ???????? ??? ?????? ??????????????? �
Dari Abu Sa�id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu �alaihi wasallam bersabda: �Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum�at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum�at.�
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)
DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Al-Hakim berkata: �Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya�.
Syaikh Al Albani berkata: �Hadits ini shohih.� (lihat Shohih Al-Jami� no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180 no.736).
(*) HADITS KEDUA:
???? ????? ???????????? ????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ????? : � ???? ?????? ?????? ?????? ???? ??????? ??????? ????????? ?????? ???? ??????????? � ??? ????? ? ?? ??? ???? ????? ?
Dari Abu Darda� radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: �Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: �(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.�
(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu�ab al-Iman V/453 no.2344).
DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Syaikh Al Albani berkata: �Hadits ini shohih.� (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu �alaihi wasallam:
?????? ?????????? ???????? ???????????? ???????? ????????? ??????? ????????? [ ?????????? ??????????? ???? ?????????? ]
�maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.�
(SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam�an radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho�if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.
(*) HADITS KETIGA:
?? ??? ???? ?????? ??? ???? ??? ? ??? : ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? : � ?? ??? ???? ????? ??? ????? ? ???? ?? ???? ??? ??????? ?? ????? ??? ??? ? ??? ??? ??? ???? ?? ????? ?? ??? ?????? ?? ???? ???? ? ??? ???? ?? ??? : ??????????? ?????????? ???????????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????????????? ????????? ????????? ?????? ??? ????? ????? ?????? ????????? ?????? ???????? ????? ?????? ????????????�
Dari Abu Sa�id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda: �Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;
�SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA�
(artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.�
(Diriwayatkan oleh An-Nasa�i di dalam �Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu�jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)).
DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.
Syaikh Al-Albani berkata: �Hadits ini shohih.� (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651).
Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi.
Mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu �alaihi wasallam.

Tips Agar Mendapatkan Pasangan yang Shaleh atau Shalehah

10 Kiat Mendekatkan Jodoh Sesuai dengan Syariat IslamAllah telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Setiap orang muslim pasti menginginkan jodoh yang shaleh ataupun shalehah. Memang dengan mendapatkan jodoh yang demikian kita dapat selamat dunia dan akhirat. Akan tetapi untuk mendapatkan jodoh yang seperti itu tidaklah mudah. Banyak orang yang sudah menggunakan berbagai macam cara akan tetapi belum bisa mendapatkan jodoh yang shaleh ataupun shalehah. Sebenarnya dalam islam sendiri untuk mendapatkan jodoh yang demikian, akan tetapi belum banyak yang mengetahuinya.

Berikut 4 cara mendapatkan jodoh shaleh ataupun shalehah sesuai ajaran Islam :

Berdoa
Berdoa memang sangatlah ampuh untuk berbagai hal. Untuk mendapatkan jodoh pun harulah berdoa dengan sungguh-sungguh. Memang hanya Allah yang dapat mengabulkan semua doa manusia. Berdoa paling tepat di lakukan setelah sholat.
Shalat
Menjalankan shalat wajib memang wajib di jalankan seluruh umat muslim. Akan tetapi untuk mendapatkan jodoh shaleh ataupun shalehah tidak cukup dengan menjalankan shalat wajib saja. Shalat sunah juga harus sering-sering di laksanakan. Dengan shalat sunah memang banyak manfaat yang di dapatkan. Manfaat yang paling menonjol adalah mudahnya terkabul doa doa manusia. Maka dari itu menjalankan shalat wajib dan sunah harus di laksanakan.
Memperluas pergaulan
Memiliki teman yang banyak merupakan anugerah tersendiri. Mendapatkan teman sendiri dapat di lakukan dengan  memperluas pergaulan. Untuk umat muslim sendiri sebaiknya memperluas pergaulan sesuai syariat islam. Dengan hal itu peluang untuk mendapatkan pasangan yang shaleh ataupun shalehah sedikit terbuka.
Tidak mudah menyerah
Bagi umat muslim yang gagal dalam mendapatkan pasangan yang shaleh ataupun shalehah sebaiknya tidak mudah menyerah. Prinsip akan ada yang lebih baik haruslah tetap menjadi pegangan. Jodoh memang sudah di tentukan oleh Allah SWT. Maka dari itu bila gagal berarti itu bukan jodoh. Bila sudah waktunya jodoh pasti akan datang dengan sendirinya. Itulah cara mendapatkan jodoh shaleh ataupun shalehah secara Islami. Rencana Allah SWT memang tidak ada yang tahu, sebagai umat islam kita hanya mampu berusaha dan berdoa saja. untuk hasil kita pasrahkan pada Allah.

Menjadi Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga



Jika saya mengatakan bahwa profesi saya adalah ibu rumah tangga, Anda tidak perlu protes. Ketegasan saya ini bukan karena aura narsis atau sifat otoriter saya sedang kambuh. Dengan segala rendah hati saya terpaksa mengatakannya. Hehehe.
Mungkin orang akan berpikir bahwa saya bisa berkata begitu karena saya dulu kuliah di psikologi dan mengambil kekhususan bidang industri dan organisasi sehingga saya tahu betul arti kata "profesi" dan "profesional". Mmm ..., tidak. Saya bahkan sudah tidak ingat persis definisi "profesi" yang saya pelajari ketika kuliah dulu.
Lalu? Waktu saya googling di wikipedia yang katanya "ensiklopedia bebas" alias "kamus sejuta umat", saya menemukan bahwa tidak ada yang salah dengan kalimat yang saya nyatakan tadi: ibu rumah tangga bisa disebut sebagai profesi. Sebuah profesi, tentu saja, layak dicita-citakan dan diperjuangkan.
Pertanyaannya kemudian, apakah ratusan, ribuan orang di luar sana akan berpikiran sama dengan saya, bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang layak disebut sebagai cita-cita apalagi "cita-cita yang prestisius" sehingga layak diperjuangkan?
Jangan-jangan ini adalah bentuk eskapisme ketidakmampuan saya bersaing di dunia kerja? Please, deh, saya akui bahwa dunia karier memang menggoda. Tak hanya soal kebebasan dan ruang yang luas saja yang membuat seorang wanita karier tak perlu pusing memikirkan "me-time". Bahkan, iming-iming kekuatan personal yang membuat seorang wanita karier mampu memiliki nilai bargaining dalam berbagai hal yang bersifat publik membuatnya terlihat lebih powerful, lebih kinclong, lebih wangi! Wangi Pierre Cardin, pada sebagiannya, bukan wangi bumbu dapur. FYI, saya ibu rumah tangga yang juga rutin terjun ke dapur.
Sepertinya sah-sah saja saya mengatakan bahwa ibu rumah tangga adalah layak disebut profesi sehingga ia layak diperjuangkan. Sebuah profesi, menurut Wikipedia, adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Karakter pekerjaan ibu rumah tangga waktu saya otak-atik kok ya sesuai juga dengan karakteristik suatu profesi. Ini ilmunya orang Jawa: othak-athik gathuk, ning yo mathuk.... Cocok betul pikiran saya dengan teori karakteristik profesi waktu saya cocok-cocokkan.
Karakteristik profesi itu memiliki ketrampilan yang berdasar pada teoritis dan memiliki jenjang pendidikan yang lama dan semakin meninggi. Mulai dari merawat kehamilan sampai momong anak, mulai dari cara menata rumah dan mencuci baju. Pernahkah membayangkan bahwa pekerjaan rumah tangga tak melulu soal benda hidup (baca: suami, anak, mertua, tetangga, kerabat, dll.) namun juga pekerjaan dengan "klien" benda mati (setumpuk cucian, debu, piring kotor, dll.) yang harus diurusi dengan keahlian khusus?
Apakah semua orang bisa mencuci dan menyetrika baju? Please, ya, ini bukan soal tenaga, ini soal bagaimana memahami serat baju dan komposisinya agar tak salah perlakuan ketika mencuci dan menyeterikanya. See? Berapa banyak teori yang telah kita baca untuk semua itu? Berapa kali kita melakukan self upgrading demi kemajuan urusan domestik  serta anggota keluarga kita?
Memang, profesi ibu rumah tangga belum bisa secara formal dipatok jenjang pendidikannya. Namun, jenjang itu ada, lho. Bisa dirasakan dengan uji kompetensi. Caranya? Lihatlah hasil didikan dan hasil sentuhan tangan dan pikiran para ibu rumah tangga.
Profesi ibu rumah tangga juga memiliki otonomi kerja dan juga kode etik meski tidak dikeluarkan secara formal oleh sebuah asosiasi profesional. Rasanya, tidak penting seorang ibu rumah tangga bergabung dalam sebuah asosiasi jika hanya ingin merumuskan sebuah kode etik yang bisa diakui bersama.
Mana ada seorang ibu yang berlepas diri dari kode etik dalam berhubungan dengan suami, dalam mendidik dan membesarkan anak, dalam bersosialisasi dengan masyarakat? Panduannya tidak hanya soal moral saja, tapi juga agama. Namun, tentu saja, tidak berkurang kebaikannya ketika para ibu rumah tangga ini membentuk sebuah asosiasi profesional agar pijakannya semakin kuat.
Yang paling menarik, karakteristik dari sebuah profesi juga meliputi adanya pengakuan status dan imbalan yang tinggi. Nah, ini adalah ilmu tertinggi yang harus segera ditempuh agar lulus menjadi seorang ibu rumah tangga yang profesional. Kenapa? Sebab, urusan ini telah masuk dalam dimensi metafisik, yakni keikhlasan.
Konon, pekerjaan ibu rumah tangga itu nggak pernah kelihatan hasilnya, jadi bagaimana mungkin ujug-ujug bisa mendapatkan pengakuan status? Tulisan saya ini, ya notabene hanya othak-athik gathuk, yang secara ilmiah belum tentu diakui kebenarannya, tentunya dalam rangka pengakuan status itu, bukan? Jauh sebelum saya kelihatan seperti memaksa agar profesi ini diakui, saya sudah ikhlas dengan segala konsekuensi profesi ibu rumah tangga. Profesi mulia yang pertanggungjawabannya menyentuh aspek dunia dan akhirat. Namun, sebuah keikhlasan tidak bisa membendung sebuah wacana, bukan?
Saya tidak pernah merasa bahwa profesi ibu rumah tangga yang lebih bersifat domestik ini adalah sebuah pilihan yang harus dibenturkan dengan sebuah pilihan profesi yang bersifat publik sehingga saya ingin sekali profesi ini disejajarkan dengan profesi lainnya.
Sesungguhnya, saya sudah lama memilih keluar dari benturan itu dan memilih untuk berpikir positif bagi kepentingan diri saya pribadi. Bagi saya, dunia publik dan domestik adalah sama baiknya selama kita memilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Soal pilihan hidup ini tentu sangat berhubungan dengan prioritas hidup seseorang. Namun, rasa saling menghargai sebuah pilihan itu yang ingin saya raih. Toh, menjadi ibu rumah tangga sama berjuangnnya dengan pilihan menjadi wanita bekerja. Sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.
Mungkin ada yang heran, mengapa saya sebut menjadi ibu rumah tangga itu butuh perjuangan? O, please, tidak mudah menjaga pikiran dan persepsi kita tentang profesi ibu rumah tangga di tengah kompleksitas modernisme dan kapitalisme. Saya merasa, untuk survive di sebuah komunitas manusia modern seolah tidak cukup dengan filosofi sandang, pangan, dan papan semata. Perlu refreshing, Mom. Perlu entertaint. Perlu eksis, bo! Hallow? Duit darimana?
Dalam pandangan saya, kapitalisme membuat persaingan kerja makin berat. Gaji makin kompetitif. Hari gini, istri nggak kerja? Oke, pertanyaan itu sungguh retoris. Anda sedang berhadapan dengan perjuangan seorang ibu rumah tangga secara psikologis. Ajaibnya, semua perjuangan itu, baik secara fisik dan psikis, "digaji" dengan konsep invisible payment. Kok invisible? Tentu. Bukankah pahala tidak pernah kelihatan? Ini yang saya sebut dengan ikhlas tingkat tinggi.
Alhamdulillah saya mendapat mertua yang begitu mengerti dan menyayangi saya. Ada, lho, mertua yang merasa seorang menantu yang hanya menjadi ibu rumah tangga itu adalah wanita yang beruntung menikah dengan putranya yang sukses. Artinya apa? Artinya peran seorang istri tidak mendapat perhatian. Bukankah sukses suami karena sukses istri juga? Ini benar-benar soal keikhlasan melakukan pekerjaan yang tidak pernah kelihatan hasilnya.
Tak hanya dalam pandangan sedikit mertua yang bisa saja keliru, soal ilmu ikhlas ini juga masih harus diuji dengan ribuan kepala yang bersepakat bahwa pekerjaan invisible payment ini adalah "wajar bagi kaum wanita". Suami pulang kerja dan melihat situasi rumah yang aman dan terkendali adalah hal yang sudah semestinya. Itu hanya mekanisme rutin yang melibatkan kaum wanita!
Beban psikologis tentang adanya stereotip salah kaprah inilah yang mengiringi kecapekan fisik kita mengerjakan semua pekerjaan rumah, menjaga anak-anak, dan lain-lainnya. Tak heran, beberapa wanita menyukai bekerja di luar karena meskipun capek, imbalannya jelas dan membawa kebaikan secara finansial.
Puncak dari seluruh perjuangan itu adalah melawan rasa jenuh dan bosan! See? Butuh kecerdasan intelektual dan emosi yang luar biasa untuk menjadi seorang rumah tangga, bukan? Maka, pada akhirnya saya harus menyadari bahwa profesi ibu rumah tangga memang layak diperjuangkan dan dicita-citakan. Penting menjalaninya layaknya seorang profesional jika ibu rumah tangga menginginkan pilihannya ini memiliki efek yang maksimal. Bukan sekedar terpaksa, sekedar tuntutan, sekedar daripada menjadi lajang pengangguran.
Kita memilih profesi ini tentu dengan segala pertimbangan yang terbaik. Jangan sampai sekedar terpaksanya kita menjadi ibu rumah tangga menjadi kita tidak lebih baik daripada ibu yang aktif bekerja di luar. Sebab, tidak semua ibu yang bekerja di luar itu semata-mata melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Barangkali, bekerja adalah solusi lain dari kehidupan perkawinannya yang tidak bisa kita hakimi. Maka, sekali lagi, semua pilihan pastilah berdasarkan prioritas dalam hidup kita, dan tentu saja, selalu mendatangkan konsekuensi baik dan buruknya.
So, jadi ibu rumah tangga? Harus profesional!

AWAS ANGIN DUDUK BERBAHAYA ^^



AWAS ANGIN DUDUK BERBAHAYA ^^

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. "Aku masuk angin nih," keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi....sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang merenggut nyawa Dina?


Menurut dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.

angina pectorisGejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama" dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina Pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar
keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.

Menurut dr. Joko, 20% dari keluhan Angina Pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.

Penyakit Angina Pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

Setelah baca..tolong share n like semoga bermanfaat

Mengapa Islam Melarang Panjangkan Kuku?



Tahukah Anda bahwa memanjangkan kuku dilarang dalam Islam. Apa sebabnya?
Islam mengajarkan akan kemuliaan manusia. Sementara memanjangkan kuku identik dengan binatang.
Karena itu, Islam melarang umatnya memanjangkan kuku. Untuk menunjukkan jati diri mereka sebagai manusia yang berbeda dengan binatang.
Abu Ayyub Al Azdi menceritakan, ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW. Ia bertanya pada beliau mengenai berita langit.
Rasulullah SAW mengatakan, �Ada orang di antara kalian yang bertanya tentang berita langit, sementara dia biarkan kukunya panjang seperti cakar burung, dengan kuku itu, burung mengumpulkan janabah dan kotoran.� (HR. Ahmad 23542, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 861, dan hadis ini dinilai dhaif oleh Syuaib al-Arnauth).
Untuk itulah, bagian dari ajaran para nabi, mereka tidak membiarkan kuku mereka panjang. Mereka memotong kuku mereka, karena ini yang sesuai fitrah manusia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu �anhu, Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Ada lima macam fitrah , yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.� (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 258).
Sebagai bentuk penekanan, Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam bahkan pernah memberi batas waktu kepada para sahabat untuk memotong kuku mereka.
Sahabat Anas bin Malik mengatakan, �Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.� (HR. Muslim 258).
Batas yang diberikan Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam sifatnya umum, berlaku untuk semua bagian badan yang dianjurkan untuk dipotong.
Hanya saja, jika kuku dibiarkan sampai 40 hari, tentu akan sangat mengerikan. Sehingga untuk kuku, yang menjadi acuan adalah panjangnya. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.
Meski begitu, memanjangkan kuku tidak haram melainkan hukumnya makruh dalam Islam.

Ternyata Ayat-ayat Inilah Penyemangat dan Penenang Hati

alquran
Dengan banyaknya masalah dalam kehidupan, hati manusia kerap gundah. Terkadang pula hidup yang dijalani monoton dan tidak ada perubahan berarti, sehingga hidup terasa bosan.
Hati memang tercipta untuk selalu berubah-ubah, tidak bisa menetap dalam satu kondisi. Ketidakstabilan jiwa bisa jadi karena sebuah ujian, bisa pula karena dosa yang kita lakukan. Namun terkadang pula agar kita menggapai tingkatan lebih dari apa yang sudah diraih.
Allah Swt berfirman bahwa hati tenang karena mengingatNya;�(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.� (QS: Al Ra`d:28).
Namun jika merujuk dalam ayat-ayat lainnya, Al Quran banyak mengungkap kiat-kiat agar manusia hatinya tenang dan tentram. Ilmu pengetahuan merupakan pokok utama sumber ketenangan dan ketentraman itu. Simak ayat-ayat berikut:
1. Orang yang sadar bahwa semua perbuatannya meski sebutir atom akan dipehitungkan. Manusia yang meyakini hal ini akan membuat hidupnya semangat dan memberi arti dalam setiap langkahnya.
� Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.� (QS. Al Zalzalah: 7-8)
2. Orang yang mengetahui bahwa ia diciptakan atas dasar rahmat dan kasih sayang Allah. Jika kesadaran ini timbul maka hidupnya akan penuh harap akan kasih sayangNya dan jauh dari rasa putus asa.
3. Orang yang mengetahui bawa Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dan tidak menciptakan satu mahluk pun dengan sia-sia, pandangan hidupnya akan senantiasa positif.
�Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka� (QS. Hud: 119)
4. Orang yang mengetahui bahwa Allah senantiasa mengawasi perbuatan orang-orang zalim. Artinya Allah yang Maha Tahu mengawasi perbuatannya sehinga tidak akan berlaku aniaya pada sesama yang menimbulkan ketidaktenangan dalam hidupnya.
�Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.� (QS. Al Fajr: 14)
5. Orang yang mengetahui bahwa jalannya terang dan masa depannya akan lebih baik dari masa lalunya, maka hidupnya penuh semangat dan hari-hari yang dijalaninya pun akan tenang.
�Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.� (QS. Al Fajr: 17)
6. Orang yang mengetahui bahwa perbuatan baiknya akan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat bahkan tidak terbatas, sementara perbuatan buruknya hanya dihitung satu. Orang yang meyakini hal ini hidupnya akan penuh semangat dan selalu gembira.
�Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.� (QS. Al Baqarah: 261)
7. Orang yang mengetahui bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik senantiasa hidupnya penuh optimis untuk selalu melakukan amal kebaikan.
�dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.� (QS. Al Baqarah: 195)
8. Orang yang mengetahui bahwa Tuhannya senantiasa menyembunyikan perbuatan buruknya namun senantiasa menampakan perbuatan baiknya, hidupnya akan tentram dan yakin dengan kasih sayang Tuhannya yang tanpa batas.

Arsip Blog