Responsive Banner design

Luar biasa! Perjuangan Polwan cantik bawa kotak suara Pilkada

Perjuangan Polwan cantik bawa kotak suara Pilkada buat kagumPolisi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan saat Pilkada serentak 9 Desember lalu. Mereka mengawal Pilkada di 265 daerah agar tidak terjadi kericuhan. Para anggota Korps Bhayangkara juga harus menjaga kotak suara. Bukan pekerjaan mudah apalagi kotak itu harus dibawa dari daerah yang medannya cukup berat.
Dalam akun facebook, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, terlihat perjuangan para polisi wanita membawa kotak suara. Jangan bayangkan jalan yang dilalui mulus seperti di Jakarta.
Para Polwan dengan mengendarai trail melintasi jembatan dan jalan tanah yang becek. Bahkan, ada juga yang menggendong kotak suara sambil menapaki medan yang sulit.
Tak salah rasanya jika Krishna memberi judul, �Ini semua polwan-polwan Polri yang tidak kenal lelah mengabdi pada negeri. Kesetaraan gender yang sebenarnya.�
Salut dengan perjuangan para Polwan. Berikut ini koleksi fotonya dari Facebook Krishna Murti:
perjuangan polwan cantik bawa kotak surat pilkada3
perjuangan polwan cantik bawa kotak surat pilkada2
perjuangan polwan cantik bawa kotak surat pilkada1
Bagaimana komentar kalian?

Suami Pelit dalam Menafkahi Istri, Bagaimana Hukumnya?

Suami Pelit dalam Menafkahi Istri, Bagaimana Hukumnya?
Sahabat Ummi, dalam berbagai kesempatan saya berbincang dengan ibu-ibu, terkuaklah kisah yang tersembunyi dan jarang diungkapkan mereka, karena khawatir dianggap mereka tidak ridho dengan pemberian suami. Secara tersirat, bahkan ada beberapa yang menyatakan jika mereka tidak diberi �keadilan� suaminya berhubungan dengan pemberian nafkah yang layak.
Nafkah suami adalah hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan. Entah nafkah lahir yang berhubungan dengan pemberian sejumlah uang atau barang untuk keperluan sehari-hari istri berikut keluarganya, maupun nafkah yang berhubungan dengan rasa aman, nyaman atau hubungan selayaknya suami istri.
Dari beberapa diskusi, terkuaklah jika para istri ini mengeluhkan beberapa hal, salah satunya pemberian nafkah yang kurang layak bagi mereka, padahal suami sangat berkecukupan, ada pula karena sang istri juga bekerja, maka suami memberikan nafkahnya secara ala kadarnya, karena merasa �istri harus bagi hasil� untuk cukupi kebutuhan rumah tangganya yang akhirnya pembagian mencukupi kebutuhan rumah tangga jadi �tak adil�, istri ternyata menempati porsi terbanyak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Sampai ada pula istri yang mengeluh sama sekali tak diberikan nafkah lahir karena berhubungan tidak harmonisnya rumah tangga mereka.
Sebenarnya Islam memandang nafkah untuk istri ini seperti apa? Jika para suami menelaah satu saja ayat Al Qur�an tentu ia akan memahami fungsinya sebagai kepala rumah tangga. �Wajib bagi setiap suami untuk memberikan nafkah dan pakaian kepada istri, dengan sepantasnya.� (Q.S. Al-Baqarah:233)
Wajib disini mengandung pengertian sederhana namun tegas, jika tak ada yang lebih pantas menafkahi istri dan anak-anaknya, memberikan pakaian, perumahan, mencukupinya makan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, melainkan semuanya dalam tanggungan suaminya. Jika suami dalam keadaaan kurang mampu menanggungnya, maka jika istri bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarganya, maka itu terhitung sebagai sedekah untuk keluarga, bukan sebagai �pemberi pokok�, kecuali jika suami sakit keras atau tidak ketahuan di mana keberadaannya, atau dalam keadaan darurat lainnya, seperti karena suatu hal harus mendekam di penjara.


Dan jika tak ada hal penyulit atau darurat seperti itu, suami adalah orang yang mampu bekerja dengan baik dan menghasilkan uang yang sangat cukup, maka ia wajib memberikan nafkah secara layak kepada istri dan keluarga. Sedang suami yang tidak memberikan nafkah kepada istri dengan tidak layak padahal ia bisa memberikannya, maka suami telah melakukan perbuatan zalim kepada istrinya. Dan tentulah zalim itu adalah perbuatan dosa.
Lalu, bagaimana sebaiknya istri menyikapi hal ini, dan bagaimana sebenarnya Islam memandang permasalahan mengenai nafkah ini?
1. Suami wajib memberikan nafkah kepada istri, baik lahir maupun batin. Melalaikan hal ini berarti perbuatan zalim, mengingkari ayat-ayat Allah.
2. Jika suami bakhil, pelit terhadap istrinya dan tidak memberikan nafkah tersebut secara layak, padahal ia mampu memberikannya, dan suami hanya menumpuk harta dan kekayaannya untuk kepentingannya sendiri dan melalaikan kepentingan pokok istri dan keluarganya, maka hal tersebut sangat menjadi perhatian Rasulullah:
Dari �Aisyah bahwa Hindun binti �Utbah berkata: �Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu�. Maka beliau bersabda: �Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut.�[HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714]
Hadits tersebut mengisyaratkan, sebenarnya ada bagian dari istri untuk harta suami untuk nafkahnya juga kehidupan keluarga dan jumlahnya pun sewajarnya. Istri bahkan boleh mengambil harta suami tanpa izin, sesuai dengan kebutuhannya.
3. Syaikh Shalih bin Ghanim as Sadlaan bahkan mengomentari secara khusus mengenai kasus suami pelit pada istrinya, beliau berkata �Memang ada kewajiban nafkah untuk istri. Dan nafkah itu diukur apa yang bisa mencukupi istri dan anak-anaknya dengan memberikannya secara ma�ruf yang berarti nafkah itu diberikan secara patut, pada umumnya dan baik�. Selanjutnya ia menambahkan jika suami tidak memberikan secara patut maka istri boleh mengambil harta suami tanpa sepengetahuan atau izinnya namun juga secara ma�ruf.
4. Mengambil harta suami tanpa sepengetahuan jika suami pelit ini memang ada rambu-rambunya, jadi harus dengan ma�ruf yakni tak berlebih-lebihan sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
5. Jika Suami tidak bisa memberikan harta karena dalam kesusahan atau kemiskinan, maka istri dianjurkan untuk ridha sekaligus bersabar dengan itu, dan sebaiknya istri membantu untuk mencari nafkah keluarga.
6. Istri yang bekerja dan mempunyai penghasilan, jika ia memberikan penghasilannya untuk membantu keperluan keluarga, maka itu hanya sebagai sedekah saja, dan itu tetap menjadi penghasilan dan harta istri, tak ada kewajiban (sebenarnya) dalam membantu keluarga dengan uang atau harta tersebut, hingga suami sebenarnya sama sekali tidak boleh menguasai harta atau mengambil harta istrinya tanpa izin istrinya.
Hal ini diperkuat dengan dalilnya: hadis dari Abu Said Al-Khudri, bahwa suatu ketika, Zainab (istri Ibnu Mas�ud) hendak membayar zakat perhiasan yang dia miliki. Kemudian beliau bertanya kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam, Bolehkah istri memberikan zakatnya kepada suaminya dan anak yatim dalam asuhannya?
Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,�Ya, silakan. Dia mendapat dua pahala: pahala menjaga hubungan kekerabatan dan pahala bersedekah.� (HR. Bukhari 1466)
Dalam hal ini tersirat jika kondisi diatas menandakan jika istri Ibnu Mas�ud sangat kaya raya, dan suaminya adalah orang miskin. Ini menunjukkan jika Ibnu Mas�ud sama sekali tidak menguasai harta istrinya, meski dia adalah seorang yang miskin. Dan Istrinya juga memiliki dedikasi baik, terbukti untuk memberikan sebagian hartanya sebagai zakat maal untuk suaminya itu. Jadi sangat jelas kewajiban nafkah itu sebenarnya ada di pundak suami.
Sahabat Ummi dari uraian di atas tersebut jelaslah jika kebutuhan nafkah itu memang kewajiban suami, melalaikan kewajiban itu adalah sesuatu yang zalim. Jika istri bekerja, itu memang melakukan tugas untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga atau untuk menerapkan ilmunya dan membantu sesamanya.
Penghasilan istri adalah mutlak milik istrinya. Jika ia membagi penghasilan itu untuk keluarga, itu sebagai sedekah baik untuknya, suami dilarang mengotak-atik harta istri tanpa ridhanya, bahkan sebaliknya istri tak perlu membutuhkan ridha suami saat suami melalaikan nafkah keluarga dan istri saat ia berpunya, atau mampu menafkahi dengan layak, dengan catatan harus dengan ma�ruf, mengambil sesuai dengan kebutuhan.
Segeralah bertobatlah suami-istri apabila keduanya sudah berbuat tidak ma�ruf dalam kehidupan rumah tangga dalam masalah nafkah, karena itu kezaliman yang amat dekat dengan neraka.

Kebiasaan-Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Wajahmu Terlihat Lebih Tua

terlihat tua
Saat usia bertambah, kita perlu melakukan perawatan ekstra khusus untuk membuat wajah tetap sehat dan terlihat muda. Jangan sampai orang mengira usia kita lebih tua dari usia yang sebenarnya hanya karena kelalaian kita sendiri.
Ladies, ada sejumlah kebiasaan yang perlu kita hindari demi menjaga wajah tetap awet muda. Dilansir dari laman elitedaily.com, ada empat kebiasaan yang bisa bikin wajahmu terlihat lebih cepat tua. Baiknya hindari empat kebiasaan itu demi wajah yang lebih sehat dan awet muda.
Kurang Tidur
Mengatasi masalah kurang tidur dengan secangkir kopi tak akan membantumu mengembalikan kecantikan wajah. Bahkan kurang tidur sedikit saja bisa membuat mata bengkak dan kulit jadi kekuningan. Kalau kebiasaan kurang tidur ini dilakukan dalam jangka waktu lama, efeknya akan muncul mata panda, kulit kusam, hingga muncul garis-garis halus di kulit seperti keriput.
Saat kita kurang tidur, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak kortisol (hormon stres). Kalau tubuh kelebihan kortisol, dampaknya akan merusak kolagen kulit (protein yang menjaga elastisitas dan kelembutan kulit). Selain itu kalau kita tak bisa mendapatkan kualitas tidur malam yang baik, tubuh akan memproduksi sedikit hormon pertumbuhan manusia yang sangat diperlukan untuk mempertebal kulit, meningkatkan massa otot, dan memperkuat tulang.
Tanpa tidur yang cukup, kulit, mata, dan wajah bisa terlihat lebih tua.
Mengonsumsi Gula Berlebih
Perhatikan makanan yang sering kamu konsumsi. Kalau makanan yang kamu konsumsi terlalu banyak mengandung gula, maka akan muncul lebih banyak keriput di kulitmu dan tak lagi kencang.
Saat kita mengonsumsi gula, gula akan diubah jadi glukosa di dalam tubuh dan masuk ke dalam aliran darah yang kemudian menempel ke protein kulit. Saat glukosa sudah menempel, maka molekul baru bernama advanced glycation end products(AGEs) akan terbentuk. Kalau ini sudah terjadi, AGEs bisa merusak elastin dan kolagen kulit yang dapat mengurangi kekencangan dan elastisitas kulit.
Mengonsumsi Alkohol
Mengonsumsi alkohol bisa membuat wajahmu terlihat lebih tua. Hati yang sehat merupakan indikator kulit yang sehat karena bisa mengeluarkan racun yang dapat merusak kulit. Minum minuman beralkohol bisa merusak hati, racun dalam hati kemudian bisa menumpuk dan memunculkan masalah kulit seperti keriput dan jerawat.
Merokok
Merokok bisa membuat kulit terlihat lebih tua. Rokok dan tembakau bisa membuat kelopak mata kendur dan menyebabkan keriput di area leher dan mulut. Degenerasi kulit in bisa terjadi karena merokok bisa mengurangi asupan oksigen di kulit dan menghambat sirkulasi darah, sehingga menyebabkan kulit keriput.
Belum lagi dengan dampak buruk merokok yang dapat menumpuk racun di dalam kulit. Kandungan berbahaya rokok dapat mengganggu produksi kolagen di tubuh dan merusak protein kulit.
Singkatnya, kalau ingin kamu terlihat tetap awet muda, mulailah dengan menghindari empat kebiasaan di atas. Nggak mau kan kamu dianggap sudah tua padahal usiamu masih muda hanya gara-gara melakukan kebiasaan yang salah? 

Masya Alloh�.Inilah Balasan Seorang Istri yang Bekerja untuk Membantu Suaminya


Ada beberapa keluarga secara ekonomi belum tercukupi jika hanya suami yang bekerja. Tidak mungkin sang istri hanya diam berpangku tangan jika ingin anaknya disekolahkan ke tempat terbaik , butuh biaya mahal dan tidak ingin melihat suami bekerja keras tak kenal lelah. Memang, mencari nafkah adalah tugas wajib suami namun tidak ada salahnya jika istri membantu dengan tetap memprioritaskan kewajiban lahir dan batin untuk suami dan anak-anak. Dengan tetap menjaga keharmonisan rumah tangga.


Zainab ats Tsaqafiyyah adalah sosok inspiratif bagi anda untuk wanita masa kini yang tengah sibuk menghabiskan waktu diluar rumah. Zainab menekuni dunia bisnis dan menjadi pengrajin. Ia menjajakan hasil penjualannya untuk menafkahi keluarga sampai sampai untuk sedekah saja tidak mampu karena uang penghasilannya habis untuk kebutuhan keluarga. 

Suatu ketika, Zainab berkata pada suaminya, Abdullah bin Mas�ud r.a �Sesungguhnya engkau dan anak kita telah menghalangiku untuk bersedekah di jalan Allah. Tolong tanyakan kepada Rasulullah, jika yang kulakukan ini termasuk kebaikan akan aku lanjutkan. Dan jika bukan termasuk kebaikan, aku akan berhenti mengerjakannya�.

Abdullah bin Mas�ud r.a pun mendatangi dan menyampaikan pertanyaan sang istri kepada Rasul. Setelah Rasul mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas�ud, Rasul pun menjawab sebagaimana termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya �Nafkahilah mereka (anak dan suami) sesungguhnya bagimu pahala yang engkau infaqkan untuk mereka�.

Begitulah kisah Zainab, sosok wanita yang dengan ikhlas bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Fenomena wanita bekerja saat ini mudah kita temukan, banyaknya lowongan pekerjaan untuk wanita jadi lahan empuk untuk wanita yang ingin memiliki penghasilan membantu suaminya. 

Amal shaleh yang baik akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Alloh SWT. Yang dilakukan Zainab ats Tsaqafiyyah terhadap anak dan suaminya merupakan sebuah kebaikan dan itu akan dicatat sebagaimana sedekah yang ingin ia lakukan.

Di sisi lain, tidak ada pembenaran jika suami malas bekerja dalam mencari nafka bahkan menyuruh istri bekerja. Pada saat itu memang kondisi Abdullah bin Mas�ud diatas tidak mampu mencukupi untuk hidup sehari-hari sehingga istrinya pun harus ikhlas membantu sang suami mendapatkan penghasilan. 

Keputusan bersama suami dan istri adalah yang terbaik. Jika pihak istri ikhlas dan suami ridho maka sudah tidak ada yang diperdebatkan lagi. di sini membutuhkan komitmen, saling percaya satu sama lain. dalam perjalanannya, suami atau istri akan menghadapi rentetan ujian yang tidak terduga. di situlah, kesetiaan suami istri diuji. maka, kembali ke komitmen awal tetap harus dibangun agar tidak menyesal di kemudian hari. suami dan istri memiliki kewajiban penting yang berbeda, jangan sampai pihak istri menomorduakan kewajiban rumah. 

Wahai para istri, berbahagialah...atas jerih payah yang kalian upayakan itu semata mata bernilai sedekah di mata Alloh jika kalian ikhlas. Tetaplah, menjaga keharmonisan keluarga, memupuk cinta dan teruslah menebar manfaat dimanapun kalian berada. 

Panasnya hijabku lebih baik dibandingkan panasnya neraka

MBAK gak merasa kepanasan ya?� sebuah suara perempuan tiba-tiba mengejutkanku. Seorang mahasiswi menyapaku di depan ruang jasa foto-kopi di kampus. �Pake begitu kan bisa bikin gerah,� perempuan itu kembali mengejarku dengan pertanyaan. Sempat kulirik, kedua matanya tak lepas menyapu seluruh pakaian yang kubiarkan menjutai hingga ke bawah.
Seperti biasa, aku memakai stelan jubah longgar yang kupadu dengan jilbab besar hingga menutupi kedua tanganku. Mungkin dia memperhatikan pakaian yang kupakai.
   
Sambil tersenyum, aku balik menatap. Seorang gadis berjilbab pendek dan transparan. Bajunyapun ketat. Ia juga memakai celana yang semuanya menampakkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Yup, inilah stylelist muslimah zaman sekarang. Jilbab gaul dan trendy, kata sebagian orang.
Dengan ramah, aku menjawab pertanyaannya, �Iya panas juga sih. Tapi tidak masalah kalau sudah terbiasa,� ujarku tersenyum. �Lagipula, daripada panasnya Neraka lebih baik panas di sini lho,� imbuhku santun.
Sejenak ia terdiam dalam tatapanku. Hingga akhirnya ia juga mengangguk sambil tersenyum. Kujabat tangannya, kini aku hendak pamit. Foto-kopi tugas makalah sudah beres. Ia kembali tersenyum.
Entah apa di pikirannya saat ini. Jelasnya, aku merasa plong bisa menjawab satu di antara puluhan pertanyaan yang biasa menghampiriku.
Dari kejauhan suara merdu azan Dzuhur sudah berkumandang memanggil orang-orang beriman menuju kemenangan. Saya bergegas ke masjid.
Budaya Arab?
Boleh jadi ilustrasi dialog di atas pernah dialami beberapa orang Muslimah. Kisah yang kerap menghampiri para Muslimah yang mencoba istiqamah berhijab sesuai tuntunan syariat. Sejumlah gelar dan stigma negatif seolah menjadi sarapan wajib mereka. Mulai dari julukanninja, teroris hingga mendapat sorakan �Aisyah Ayat-Ayat Cinta�.
Komentar sinis juga tak henti menerpa, bahwa baju dan jilbab lebar tersebut cocoknya di negeri Timur Tengah sebagai budaya Arab, bukan dipakai di Indonesia.
Tak kalah beratnya dari pihak keluarga, sebagian orangtua dan keluarga masih menentang niat para Muslimah yang ingin menyempurnakan hijabnya. Alasan susah dapat jodoh, sempit peluang kerja, hingga kepada anggapan susah bergaul di lingkungan keluarga.
Di kalangan sebaya pun demikian. Para Muslimah tersebut siap-siap dijuluki kayak emak-emak, rempong, sok suci, sok alim, belum pantas , dan sebagainya.
Please Don�t Bully Me
Dalam proses perjalanan keimanan seorang Muslimah, memakai hijab syar�i tentu menjadi awal langkah yang baik. Memilik pakaian termasuk pilihan dari pandangan hidup. Hatta, mereka hobi telanjang di tempat umum (nudist) meski itu jelas tindakan amoral, jika ditanya alasannya, ujungnya pasti untuk �menunjukkan identitas dan ideologi�. Yang pasti �ideologi ketelanjangan�.
Dalam buku �Dress and Ideology- Fashioning Identity from Antiquity to the Present�, orang Barat sendiri meyakini,  gaun dan fashion adalah sarana visual yang kuat untuk mengkomunikasikan ideologi, politik, sosial atau agama seseorang atau kelompok.
Bahkan selama Revolusi Prancis, memakai celana atau gaun bisa melambangkan ortodoksi ideologis dan pemberontakan. Revolusi Prancis tahun 1789 dan Revolusi Amerika, ditandai kemerdekaanya tahun 1776 salah satunya perobahan gaya hidup; mode rambut dan pakaian.
Bahkan Bennett, A. (2005) pernah mengatakan, �Fashion menyediakan salah satu cara yang paling siap di mana individu dapat membuat pernyataan visual yang ekspresif tentang identitas mereka.�
Karena itu, jika pilihan saya dengan jilbab panjang (jilbab syar�i) juga pasti dengan pilihan yang tidak sembarangan. Sebab pilihan ini didasarkan firman Allah;
??? ???????????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ??????????? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ??????? ????? ???????????
�Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya �� (QS. An-Nur [24]: 31).
Selain itu, dasar lainnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta�ala (Swt) ;
??? ???????? ?????????? ??? ?????????????? ??????????? ???????? ?????????????? ????????? ??????????? ??? ??????????????? ?????? ??????? ??? ?????????? ????? ?????????? ??????? ??????? ???????? ?????????
�Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.� (QS. Al-Ahzab [33]: 59).
Inilah landasan terkuat, mengapa menurut saya seorang Muslimah harus berhijab. Ada perintah Allah yang tertuang jelas dalam al-Qur�an. Siapa yang menuruti perintah-Nya, niscaya Allah mencintainya.
Sedang yang melanggar perintahnya, maka bersiaplah menerima murka Allah. Untuk itu, tolong jangan usik dan hakimi para Muslimah yang sedang mencoba menyempurnakan hijabnya. Sebab itulah upaya mereka untuk taat kepada perintah Rabbnya, Sang Pencipta.
Selalu berharap menjadi wanita shalehah adalah alasan utama seorang Muslimah berhijab, termasuk saya. Dengan hijab yang benar, Muslimah itu belajar taat kepada Allah Subhanahu Wata�ala. Dengan hijab yang syar�i, Muslimah itu belajar menjaga ifffah (kesucian) dirinya. Dengan hijab yang sesuai, Muslimah itu belajar akhlak dan beradab.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: �Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.� (HR. Muslim). Jadi panas atau gerah, ini adalah pilihan.
Untukmu Saudariku
Terakhir, izinkan aku berbagi nasihat kepada diriku dan saudariku sekalian;
Bukan aku baik sehingga aku berhijab. Justru dengan hijabku, aku berusaha agar bisa melangkah dalam kebaikan.
Bukan karena aku suci sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjaga kesucian.
Bukan karena aku santun sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi pribadi yang santun.
Bukan karena aku berpemahaman luas sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha meluaskan pemahaman.
Bukan karena aku alim sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi sosok yang alim.
Oleh karena itu, bukan salah hijabku jika aku khilaf dan berbuat salah. Akupun berusaha memperbaiki diri menjadi seorang muslimah yang kaffah, demi taatku kepada Rabbku.

Para Istri Hindari Kesalahan-Kesalahan ini Terhadap Suami

bgs
Sosok istri sangatlah penting dalam sebuah hubungan rumahtangga, istri haruslah menjadi seorang istri yang baik bagi suami serta ibu yang baik bagi anak-anaknya. Selain itu, istri juga memiliki kewajiban untuk tunduk dan patuh kepada suami selama suaminya tidak mengajak pada hal-hal yang tidak baik.
Namun di zaman modern seperti sekarang ini tampaknya hal-hal tersebut kebanyakan diabaikan oleh para istri, meskipun tidak semua seperti itu namun tidak sedikit pula para istri yang mengabaikan aturan-aturan islam dalam rumahtangga.
Oleh karena itu, Anda para istri sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan berikut ini agar bisa menjadi seorang istri yang baik serta di ridhai oleh Allah SWT.
TIDAK MENJAGA PENAMPILAN
Seorang istri hendaknya menjaga penampilannya ketika sedang bersama suami, ia haruslah tampil cantik dan indah agar dapat menarik perhatian suami sehingga rumahtangga akan berjalan dengan harmonis.
Namun yang terjadi saat ini adalah sebaliknya, seorang istri akan berias, berdandan dengan cantik ketika hendak keluar rumah saja atau ketika hendak bertemu dengan seseorang namun mengabaikan penampilannya saat ia sedang berada dirumah.
Sehingga jangan heran apabila suami tidak betah dirumah, oleh karena itu sebaiknya seorang istri tetap menjaga penampilannya agar tetap anggun dan cantik menawan ketika sedang bersama suaminya.
TIDAK TAAT KEPADA SUAMI
Suami adalah kepala rumahtangga, sehingga sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk selalu taat kepada suaminya. Namun yang terjadi saat ini banyak istri yang tidak taat kepada suami seperti:
  1. Suka menolak ketika suami mengajak untuk berhubungan baik secara halus maupun secara terang-terangan.
  2. Menjalin hubungan dengan pria lain.
  3. Menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak perlu tanpa sepengetahuan suami.
  4. Menyakiti suami baik secara fisik maupun perkataan.
  5. Keluar rumah tanpa izin dari suami
Seorang istri yang sholihah tentu tidak akan membangkang kepada suaminya, sebaliknya justru ia akan selalu taat, patuh dan tunduk kepada sang suami. Karena ketaatan seorang istri pada suami akan membawanya kedalam surga.
CEMBURU BUTA
Dalam sebuah hubungan wajib ada bumbu-bumbu cemburu, namun kadarnya haruslah masih dalam batasan yang wajar. Namun apabila rasa cemburu itu muncul secara berlebihan dan tidak berdasar maka itu bisa menjadi bumerang dalam rumahtangga.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya.
Jika cemburu istri adalah cemburu buta yang tidak berdasarkan dengan bukti-bukti yang kuat, maka jangan heran jika suami merasa bosan dan tidak nyaman jika berada di dalam rumah. Dan ia akan lebih suka menghabiskan waktu diluar daripada dirumah.
MENGUNGKIT-UNGKIT KEBAIKAN
Tidak benar jika seorang istri selalu mengungkit-ungkit kebaikannya kepada suami, karena Allah SWT berfirman:
�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).� [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu �Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu �Alaihi wa Sallam bersabda, �Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.�
Abu Dzar radhiyallahu �anhu berkata, �Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.� Lalu Abu Dzar bertanya, �Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?� Beliau menjawab, �Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual.� [HR. Muslim]
Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh seorang istri, semoga bermanfaat

Surat Terakhir Untuk Mantan Pacarku, Coba Simak Yaa!

srt cta
Puji dan syukur hanya dan milik Allah swt semata, sholawat seiring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan dan idola kita semua yaitu Nabi besar Muhammad SAW. Dan tak henti-hentinya aku berdoa semoga apa-apa yang tengah dan akan kita lakukan selalu dalam pengampunan-Nya yang mendapat ridho serta selalu dalam naungan rahman dan rahim-Nya.
Sebelummya aku minta maaf apabila selama ini mungkin kata-kataku baik pada waktu di telpon atau di rumahmu telah menyinggung perasaanmu, sebenarnya aku ingin ngomong banyak sekali tetapi entah aku tak tahu pada waktu kata-kataku sudah siap aku lontarkan di depanmu, kata-kata ini hilang tak karuan begitu saja setiap kali seperti ini dalam fikiranku selalu terlintas kata-kata, �Apa yang sudah kamu lakukan itu telah menghalangi hak-haknya, jangan�jangan�urungkan saja niatmu!�
Kemudian setelah lama aku yakinkan, aku sadar bahwa setiap muslim satu dengan yang lain adalah seperti satu tubuh yang saling sambung menyambung dan tak akan pernah dilepaskan. Sungguh aku yang hanya sebagai mantan pacar, tiada niat dalam hati dan selain tiada kerelaanku jika seseorang yang pernah namanya bersemayam dalam di hatiku masih terjerat dalam lingkaran-lingkaran syaiton, tahukah engkau hati ini terasa ngilu dan sakit jika aku mengingat akan hal itu, maka dari itu aku luangkan waktu untuk mengungkapkan isi hatiku, untuk itu aku mohon kesediaanmu untuk membaca dan lebih-lebih engkau mau meresapi dan memahami kata-kataku berikut ini.
[jangan didelete dulu , suratnya puanjang]
Mantan pacarku, engkau adalah kaum yang terhormat seperti halnya Ibuku dan saudara-saudara perempuanku. Kau adalah tiang negara ini yang mana� dengan akhlakmu, engkau dapat menghancurkan dan mengokohkan negara ini. Engkau adalah pendidik masa depan yang selalu mejadi harapan bangsa dan agama kita yaitu Islam yang telah meninggikan derajat dan memuliakan kedudukanmu. Agama yang lurus ini juga telah mewajibkan kaum hawa untuk menutup aurat agar terjaga kehormatan dan kesucianmu sehingga engkau tidak diganggu oleh orang-orang yang ingin menodai kesucianmu.
Mantan pacarku�� Engkau adalah makhluk Allah yang mulia, yang diciptakan dengan segala keindahan, bagai bunga yang harum semerbak yang selalu mengundang banyak kumbang untuk selalu mendekat seperti sebuah ungkapan : �dunia adalah perhiasan dan seindah-indahnya perhiasan adalah wanita salihah�. Untuk itulah keindahanmu hanya pantas dimiliki seseorang yang telah dihalalkan oleh Allah untukmu lewat syariat-Nya yang suci dan akan selalu menjaga kesucian dan kehormatanmu.
Ukhti�. Engkau seharusnya tidak boleh dilihat sembarang mata, tak boleh disentuh oleh sembarang tangan, tak boleh diajak dan dibawa bermain sembarang laki-laki. Sungguh hati kecilku ini sebenarnya tidak pernah terima jika engkau tidak diperlakukan secara sewajarnya sebagai seorang muslimah, karena kau adalah saudaraku di jalan Allah yang harus terjaga kesuciannya agar wanginya tetap semerbak.
Mantan pacarku yang diridhoi Allah. Cintaku sekarang hanya milik Allah, RosulNya dan agama-Nya. Telah dituntunnya kita dalam syariatnya yang amat sangat lengkap tentang kehidupan ini, tentang bagaimana kita harus bergaul, bermasyarakat, dll. Seperti halnya� �Berlalulah masa dari hari ke hari sedang dosa kita terus menumpuk dan kemuadian datanglah utusan maut. Sedang hati kita dalam keadaan lengah. Dan sesungguhnnya kenikmatan dunia hanyalah tipuan dan penyesalan serta kemegahan dunia hanyalah kemustahilan dan kebatilan.�
Sungguh apabila mau bercermin pada ayat di atas, rasanya sangat tidak pantas kalau kita maupun saudara-saudara kita masih memelihara cinta semu yang hakikatnya adalah luapan nafsu yang selalu ditunggangi oleh musuh kita �Syaiton La�natullah�. Kita hanya boleh mencintai sebagai saudara dalam Islam, saling menyayangi hanya karena ikatan aqidah yang bersih dan ukhuwah kita. Seiring sejalan untuk tetap istiqomah didalam aturanNYa, tentu dengan cara-cara yg diridhoi Allah.
Saudaraku� mungkin untuk itu tidak ada salahnya kalau kita mau berfikir sedikit lebih tenang, lebih dewasa dan berpikir jauh ke depan. Mari kita jernihkan fikiran, mensucikan hati, jauhkan kebencian dan dahulukan cinta. Dengan demikian aku yakin kita bisa menatap kebaikan dengan hati yang lapang, tenang dan damai.
Saudaraku terlalu panjang sudah suratku untukmu, semoga Allah mangampuni dosaku dan dosamu serta dosa saudara-saudara kita semua yang selama ini masih selalu menyalahi Syariat-Nya karena kita telah merajut benang-benang kasih Sayitoni dalam kebersamaan kita. Maka dari itu marilah kita sama-sama bertekad untuk menyemai benih-benih cinta kita di lahan yang telah disediakan Allah untuk kita. Marilah kita tumbuhkan dan kita pupuk rasa cinta kita hanya untuk kekasih abadi kita yaitu Allah swt yang selalu membelai kita dengan Rahman dan Rahim-Nya agar kita selalu siap untuk berjihad di jalan-Nya.
Oh�ya�mungkin perlu ukhti ketahui bahwa surat ini kutulis untukmu bukannya aku sekarang sudah tidak mencintaimu lagi atau aku takut sama ortu, atau aku sudah mendapat penggantimu, �tidak sama sekali tidak! Tetapi hidayah dari-Nya yang membuatku jadi begini. Aku berharap semoga hidayah yang amat mahal dan terindah ini dapat terus kita jaga dan kita pertahankan keberadaannya. Aku berlindung kepada Allah dari segala bujuk rayu syaiton dan kerabat-kerabatnya.
Aku mohon maaf atas segala kekhilafan yang pernah aku lakukan terhadapmu dan semoga yang maha kuasa mau menerima taubatku dan taubatmu, aamiin�. Seperti dalam sebuah hadits, �Setiap anak Adam pasti bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang lekas-lekas menyadari kesalahannya untuk bertaubat�.

PARAH !!! DITINGGAL NGAJI, ISTRINYA SELINGKUH

Piring-pecah-cdnnaijdotcom
Kehidupan rumah tangga tidak akan pernah sepi dari ujian. Seorang suami akan diuji dengan istrinya. Seorang suami, pasti menjadi ujian bagi istrinya. Keduanya akan diuji dengan anak-anak, mertua, atau orang di luar rumah mereka. Terus seperti itu. Rumah tangga akan senantiasa rame dari banyak ujian.
Ujian disesuaikan dengan kualitas iman. Semakin rumit dan pelik materi ujiannya, maka hal itu merupakan bukti semakin bagusnya iman dan pahala yang dijanjikan. Makanya, para Nabi dan Utusan Allah adalah hamba-hamba yang paling pelik ujiannya.
Di dalam rumah tangga, ujian yang berasal dari pasangan hidup amatlah melimpah. Apalagi, kehidupan rumah tangga merupakan kelanjutan dari kehidupan saat masih sendiri. Alhasil, ada sifat-sifat bawaan yang sukar dihilangkan. Mustahil jika hilang dalam sekali sim, lalu salabim.
Laki-laki dalam tulisan ini, mendapati ujian yang amat berat. Istrinya selingkuh dengan atasannya. Memang, istrinya masih muda dan cantik, meski sudah beranak tiga. Ia dinikahi saat masih muda. Perasaan si suami semakin takmenentu, sebab perselingkuhan itu terjadi ketika dirinya sedang mengikuti kajian pekanan.
Malam itu, si laki-laki yang sumringah berangkat menuju kajian dengan penuh semangat. Seperti pekan-pekan sebelumnya, ia pamit kepada istri dan anak-anaknya. Selain bersalaman, laki-laki ini juga mennciumi anak dan istrinya. Mesra. Hangat.
Perjalanan menuju kajian pekan itu lumayan lama. Di tengah jalan, si laki-laki teringat satu hal; al-Qur�an. Ya. Dia lupa membawa al-Qur�an. Ia pun mengambil arah balik kanan. Kembali ke rumahnya.
Betapa terbelalaknya mata sang suami ketika memergoki istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain di rumahnya. Bermesraan. Malam itu, dunia terasa amat gelap baginya. Langit serasa runtuh. Bumi yang dipijaknya bak gempa. Tak karuan.
Malam itu juga, akhirnya ia mengetahui. Perselingkuhan itu terjadi sudah sejak lama. Tepatnya ketika si istri mulai bekerja di sebuah instansi pemerintahan. Si laki-laki selingkuhannya adalah atasannya di kantor.
Terasa semakin menyesakkan dada, sebab si istri positif hamil. Buah dari kelakuan atasan hidung belang itu.
Ya Allah, berikan ketabahan kepada saudara kami ini. Ya Allah, mohon penjagaan kepada diri, istri-istri dan anak-anak kami. Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Pembela.

Arsip Blog